Tuesday, June 25, 2013 I work at school until evening. My feeling happy. In the morning, Mr Barnabas bring food to me. Thank you. I finish do project Primary 2.
Wednesday, June 26, 2013 , I work at school until evening too. I do project for P 3 and P 4.
I looking for data from the other file, PC. I transfer from the other PC. Success for P3 but not complete for P 4.
Today, June 26, 2013 I propose (submit) letter to CUWM to credit money Rp 7 million for borrow to my friend, Mr. Barnabas. The staff agree.
June 26, 2013, I get email from BINUS about my application there in last time. I'm fail because lost on psikotest. They accept my letter. I appreciate their menthod, so professional.
In evening Mr. Rony sms me about his suggestion to boroow CUWM money to friends. He disagree. He have dream. His feeling say that it is mistake give borrow money to my friend because can lose the money. May be the friend no pay again so myself that lost of money. "May be God help us on this case so he can pay CUWM money so I'm not lost," I answer on sms.
Wow... actually, I wrong write number account.
I often not accurate.
Please become smart people, F!
Rabu, 26 Juni 2013
PENGALAMAN DES 2012 - 5 JAN 2013 - NEED TO TRANSLATE
Experience:
Story:
25 Desember 2012:
Nunduk:
Rewung
Ngoel n
Molas Poco. Rumah – simbol perempuan?
Nunduk:
* Timung Tee – Lanur.*Bengewuk .* Orong agu Kode – rebut wate /ulat.*Watu uwa:
uwa watu uwa, poe teu ndekek dise ende. Uwa watu uwa benang mesak (sela) wencang dise ema.Uwa watu uwa benang ute bokok dise
popo......., Manusia menjadi batu karena diacuhkan. *Kisah kode – manusia menjadi kera
karena diacuhkan ortu /keluarga.
Anak itu ambil tempurung lalu taruh di mukanya, lalu ambil irus (kebor) taruh di pantatnya maka jadilah
ekornya.
Nunduk
di hari Natal: memutar kembali kisah masa lalu . (Membingkai pesan dan kesan
melalui kisah Nunduk di waktu kecil. Terkenang akan Mm Regina – pencerita
ulung, motivator ulung (sembuhkan Von Jaban, sambil bercerita – “Poka kaung di
pongkor / poso ge ase, kae gau toe hang saung kaung, tamal ba le hau sekoen /
eta mau, dani dana si danilah dana... Olelah dana, si dani lah dana. Dani...
dana si danilah dana.......). Bp Gaspar: penutur ulang kisah Kitab Suci:
Simson. Ema Bone Kaso: Kisah... Lanur
agu Timung Tee.
Kisah
di Gereja:
25 Des. 2012. Petugas
tatib di Gerja Katedral Jakarta, perintahkan umat (dewasa) yang lagi duduk untuk terima
komuni.”Berdiri!” pintanya. Umat dewasa (perempuan-perempuan dewasa /tua) itu
cuek saja.”Komuni gak?” tanya tatib perempuan itu. “Gak....” jawab perempuan
dewasa / tua itu dengan kesel. Petugas tatib diam seribu bahasa. *Dalam
menjalankan tugas pelayanan, perlu sikap profesional: Seperti ini formulasi
komunikasinya biar ibadah itu (Natal, dll)
mendatangkan damai/ sukacita:
“Bu/pak/kak/adik, maaf, komuni gak, bila komuni, silahkan berdiri?” ***
Tidak semua orang hadir misa untuk terima komuni.Why?Mungkin ada yang belum
Katolik, mungkin ada yang belum siap / tidak mau terima komuni.
(Perihal
alasan tidak mau terima komuni, saya teringat peristiwa 24 Desember 2012 –
malam Natal, pkl 22.30 di Gereja St.
Albertus, Harapan Indah – Bekasi. Ada yang hadir misa tetapi tidak terima
komuni).
**
Kerja sama antar agama: Katedral – Masjid Istiglal, berdiri bersebelahan:
Halaman Istiglal terbuka untuk parkir bagi umat Katolik yang sedang misa Natal
di Katehedral. Aman. Ini toleransi. Inilah Indonesia. Berbeda tapi tetap rukun.
**
Real
Story:
26
Desember: Berangkat ke kantor pkl 5.30. Naik Busway: Halte Utan Kayu – Dukuh
Atas – Harmoni – Kebun Jeruk / Duri Kepa: 1, 5 jam. Tibo on time di Optima:
6:54. Lihat situasi kantor. “Ada yang resign. What is happening? How impact to
me? How should
I do? 2 jam saat pulang ke W25 Cempaka
Putih. 1,5 jam saat datang /
berangkat ke kantor. Mandi pagi, lap pakai sapu tangan.
Why? Tidak bawa tas / pakai ganti. Mis management pada 25 Des. 2012. Telat start, terlambat ambil keputusan,
terlalu lama ambil keputusan. Jadinya, berangkat ke Jakarta dari Bekasi. Tidak
bawa tas. Dikiranya pulang memang, ternyata tidur di Jakarta, lalu masuk kantor
dengan pakaian Gereja / Batik. Untung tak banyak teman kantor yang masuk
sehingga tak mengomentari pakaian yang dipakai.
Langsung
kerja: buka Scratch: Ada komponen-komponen dasariah yang ditemukan untuk
disharekan kepada teman-teman.
Hanya
Pa Ricky dan saya di lantai 4. Saya
minta bantuan Pa Eko untuk instal program Scratch. Eh... ternyata sudah diinstal. Kami ngobrol.
Lalu saya kerja. Saya dapat informasi dari Pa Eko bahwa
ada salah satu Manager OSI mengundurkan diri.”Apa apa dengan tempat kerja saya?” Mungkinkah
saya memiliki keberanian untuk pindah?” tanyaku dalam hati sambil merenung.
Pa
Ricky datang. “Aduh... repot. Masuk
kantor, tapi gak ada kerjaan karena customer (sekolah-sekolah kerja
sama) sedang libur. Umumnya baru masuk
pada 7 Januari 2013. Ini repotmya libur.
*Tlpn
Ende Gina – Mery – Bp Megy – Mm Megy.
Ende Gina baru pulang dari Karot: bawa
jagung, kestela, mentimun. Pergi “ngende”. Saat pergi,beliau beliau
membawa daging babi untuk
keluarga di Karot.
Makan
siang di kantor (biaya berapa Rp 12.000,
nasi – pecel Lele - ) Mahal?
Minum
cukup banyak karena ada gelas
dan air.
Tiba
di W25. Makan di warteg Rp 5.000 (nasi, sayur, ikan)
Ngobrol
dengan Kraeng Ino, Kraeng Wily Kuntam, Agus dan Lipus. Makan kue sambil minum teh. Ngobrol politik. Pentingnya
memiliki kecerdasan emosional / sosial. Itu mejadi tabungan / modal sosial. Simpati . empati. Saat ini NTT lagi
hangat membicarakan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Para calon, antara lain: Beny K. Harman –
Welem Nope (Demokrat), Frans Leburaya –
Beny Letenoni (PDIP), Eston Foenay –
Paulus......... (Gerindra), Abraham
Medah – Melky Laka Lena (Golkar) – Krist Rotok – Abraham .....( Independent).
Hp
low bateray. Tdi bisa dipakia. Untung Rony ada charger. Pinjam. Bisa cash. Lalu
tidur tanpa mandi. Tidur aman, tanpa ada nyamuk. Beda jauh dengan Bekasi,
nyamuk banyak.
Malam tak mandi krn air tdk keluar.
Saat
pulang, tak bisa masuk kamarnya Rony krn kunci dia bawa. Kunci motor
saya masih di dalam kamarnya Rony.
27
Des. 2012. Bangun pagi pkl 05:00. Mandi. Salah pakai sikat gigi/ Pakai sikat
gigi orang? Wulah....? Tapi tetap oaky
khan? Cuci pakaian....., pinjam baju kemeja Rony, start. Belanja nasi uduk di gang Sayuti
Rp 12.000 – 2 porsi. Numpang busway.
Langsung dapat bus di Halte Utan Kayu. Dapat kursi. Di sepanjang rel Kereta di
Taman
Menteng / bantaran kali Ciliwung / Banjir Kanal Barat (pintu
air Manggarai (dekat Latuharhari
/sebelah Pintu Air Setia Budi) - , ada orang yang buang
hajat. 2 orang lelaki paruh baya. Seorang
duduk santai lepas hajat sambil
isap rokok. Asap rokok mengepul membubbung menuju angkasa, lalu dia asyik melepas hajat menuju
bumi/ tanah. Kehidupan ibukota yang tak
terlalu berbeda dengan kehidupan tradisional di kampung udik. Inilah mentalitas manusia arkais. Tinggal di kota (Jakarta) tapi masih
pakai cara pikir kampung. Tunggu bus di
Dukuh Atas 1 lama. Bus Transjakarta datang. Masuk. Turun di Halte Harmony. Tunggu bus di bagian antran
menuju Lebak Bulus- Bapat. Tunggu lama. Masuk bis pkl 06.35. Tiba di kantor pkl
07.00. “Tidak cuti, pak?: Pa Martono tanya. “Tidak...,” jawab saya.”Oh..
silahkan finger print dulu, biar tidak telat,” saran Pa Martono. Saya ke tempat
finger print. “Coba sekali lagi.... sampai beberapa kali. Terakhir baru
sukses. Pkl 07.01.
Haus:
Keluar gedung untuk beli minuman aqua gelas Rp 500. Selanjutnya dengan gelas yang sama
dipakai untuk menadah air dari dispenser. Gelas plastik ini saya pakai dalam
waktu yang lama. Kurang lebih 8 jam. Hari ini saya mendalami materi Scratch.
Saya mulai memahami materi ini.
** Siang, makan
hanya 1 porsi nasi uduk. Malu utk makan
2 porsi. Jadinya baru makan pada sore hari, saat makanan itu hampir basi. Bagaimana supaya makanan itu tetap
efektif? “sebaiknay saya beli mie. Wow..... mie kuah cukup mahal Rp
7.000. Jadinya biaya konsumsi hari ini
cukup mahal. Makanan saja Rp 19.000 (nasi uduk 2 Rp 12.000 + mie Rp 7.000). Hari ini uang konsumsi membengkak.
Lalu,
sekitar pukul 16.00 (jam 04.00) sore saya pulang. Saya menggunakan busway. Saya
harus menunggu bus cukup lama di Halte
Kepa Duri – Kedoya. Bus tiba. Saya masuk. Full. Saya berdiri hingga Halter
Harmony. Dari Harmony saya menuju Senen. Turun di halte Senen, lalu menunggu busway menuju Senen. Tunggu lama juga untuk
bisa dapat bis. Transit di Senen menuju Matraman. Tunggu cukup lama untuk di halte Matraman (tempat transit) . Saya menuju arah Pulau Gadung.
Turun di halte Utan Kayu. Jalan kaki ke kos (Wisma 25). Ngobrol dengan saudara
lalu makan. Malam itu kami ngobrol cukup
lama. Ada Kraeng Robert dan Mbak
Netha. Akhirnya kami istirahat pkl 11.00. Tidur di tempatnya Rony.
Di
kos ngobrol tentang SMS dari Pater
Marsel tentang rencana beliau untuk antar kayu ke Wela untuk ditanam di matar
air Wela. Total anakan / bibit pohon ara yang diantar ke Wela 225 koker.
Semoga orang-orang Wela bisa
menyambut hal ini dengan positif.
*** Pater Marsel Agot, SVD sms kepada tua Golo Wela dan Kepdes
Goloworok bahwa pada pada Jumat, 28 Desember 2012 beliau
menuju Wela untuk mengantar anakan pohon
ara sebanyak 225 .”Tolong diatur penanamannya” sms – nya meminta.
*Saya
tanya kepada Hila (Kepdes Goloworok) akan rencana pater Marsel ini. Ya... kami
sudah tahu” katanya.
Bila
ini sukses, ini loncatan pemikiran dan mentalitas yang luar biasa pada orang
Wela dalam mana memiliki kepedulian pada air sumber kehidupan. Ini perlu
dicatat dengan tinta emas. Memiliki kesadaran bersama akan pentingnya air dan lingkungan hidup. Karena itu,
memiliki komitmen untuk beraksi / bekerja
bersama menyelamatkan lingkunagan
/ air. Peduli lingkungan sama artinya dengan peduli pada diri sendiri.
28 Desember 2012
Saya
bangun pagi telat. Pkl o6.00. Saya
bergegas mandi. Persiapkan diri ke kantor di Optima, Kedoya. Saya start pkl 06.30. Beli nasi uduk di Gg Sayuti. Saya beli 2 bungkus,
untuk sarapan dan makan siang. Harganaya? Rp 12.000. Kemarin saya beli nasi
uduk di sini juga. Wow...lebih mahal daripada bila makan di kantor.
Saya
menuju Jl. Pramuka. Saya dapat busway setelah menunggu sangat lama. Sudah
tunggu lama, penumpangnya padat lagi. Demikian juga di halte Dukuh Atas 2 dan
halte Harmoni. Alhasil, tiba di kantor pkl 08.30. Tak dapat uang makan. Di
kantor, Ibu Ayu dan saya di lantai 4. Saya coba mempelajari Adobe In design dan
Alice. Ada bayangan. Saya minta
bantuan Pa Martono dan Pa Eko untuk
instal program Adobe In the sign. Saya
belajar, buat penuntun.
Sore
pulang. Tunggu busway lama.”Masih banyak juga ya orang Jakarta yang kerja
padahal menjelang akhir tahun,” kata seorang calon penumpang busway di Halte Harmony. Saya tunggu busway
sangat lama. Butuh waktu 2,5 jam dari kantor ke rumah (Cempaka Putih)
menggunakan busway.
Di
rumah ketemu Marsel. Dia datang dari Cikarang. Kami salaman Natal. Malamnya,
saya dan Marsel menuju ke tempat Bp - mm Angelo. Kraeng Berty ada di rumah. Bp
– mm Angelo pergi misa arwah untuk warga Katolik yang meninggal. Kami ngobrol. Banyak hal yang kami omongkan.
Termasuk situasi Paroki Golowelu dan pastor parokinya yang membatalkan acara
pernikahan anaknya Pa Paulinus Jemadu
pada saat hari puncak (hari rencana pemberkatan nikah).
29
Desember 2012.
Marsel
dan saya ke VMG Bekasi via Rawasari –
Kampung Ambon–
Pasar Pulo Gadung – Kawasan Industri Pulo Gadung – Jl. Raya Bekasi – VMG. Kami beli rambutan Rp 20.000. Ketemu teman
kos. Pa Egy, Gaspar baru pulang dari
Jogya. Pa Bernabas main ke sekolah. Kami makan buah. Lalu makan siang. Saya kemas
barang-barang lalu kembali ke Jakarta. Kami bawa Salak. Salak Jogya manis.
Sore
hari, Marsel dan Yos menuju Depok.
Kraeng Ino dan Philipus sudah duluan ke
sana.
Kraeng
Leksi main ke W 25 juga. Kami ngobrol. Kami bicara budaya. Soal totem “pake”, “ela”,”acu”. Kraeng Endy
Jaweng totem terhadap anjing. Semua
itu ternyata metafora manusia. “Silahkan tulis, saya yang edit,” Leksi bilang.
“Jimy, coba Natal ini ada manfaatnya sedikit, jangan menjadi pecandu game, TV,”
nasihat kami untuk Jimy...
Malam, Philipus Hedvy main ke W 25. Dia satu-satunya perempuan. Di
merasa terasing. Dia tinggal di kamarnya Rony. Saya membongkar buah-buahan dari
Bekasi untuk mereka. Hedvy, Agus. Buah-buahan habis.
Rony,
Marsel, Hedvy, Feus, Agus dan saya pergi makan malam di Bakso ciat. Sajian kami
saat itu adalah Bakso dan jus sirsak.
Untuk pertama kali saya makan bakso Ciat selama saya 10 thn di Jakarta,” kata saya.
Saat kembali ke kos, saya bantu kompress kakinya Agus yang memar bengkak karena
benturan saat mail bola di Kampung Ambon. Saya kompress pakai air panas.
Malam....
terbetik berita duka. Mamanya Sinta meninggal. Sinta adalah temannya Rony. Hedvy pulang ke kosnya. Festo antar dia. Lalu kami tidur.
30
Desember 2012
Kami
bangun. Rony dan Festo ke Depok untuk layat. Saya persiapkan dir ke Gereja.
Saya telat. Saya pakai sepeda. Saya tak terima komuni. Hari ini pesta Keluarga Kudus dari Nazareth.
“FAMILY: Father and Mother I love you” Pater Yoseph Tote, OFM jelaskan saat kotbah. Lalu saya pulang pakai sepeda. Saya makan di
Warteg.
Sorenya
kami kumpul. Kelompok Depok suudah pulang. Saya dan Marsel maen ke tempat
Ferdy. Pulang telat, Gerbang sudah terkunci. Susah cari jalan keluar. Lalu kami
maen ke tempat Kraneg Jony. Lalu kami pulang. Lalu kami saya tidur. Rony tidur di rumah Jony.
Desember
31, 2012.
Transaksi
di BRI untuk kraeng
Egy dan Kraeng Ino. Mereka kredit dana di CUWM.
Nando,
saya dan Rafly menuju Cikarang. Yang
lain menuju Bintaro, yang lain di Jakarta. Saya
numpang di motornya Nando. Telepon Rafly, tak diangkat. Ternyata dia
sudah tiba di Delta Mas, Cikarang.
Ketemu Mm Juan, Juan, Alfrad. Mm -
Bp Tino sek sudah
duluan di sana. Mereka asyik buat
kue. Saya lelah karena pakai motor. Hujan lagi. Saya istirahat sebentar.
John,
Rafly, Kraeng Beny datang. Malamnya, Bp
– mm Indah datang. Kami doa bersama. Kami doa ayam lalu
sharing pengalaman. Ada harapan yang dirajut. Ada cita-cita di tahun 2013 yang
digantungkan. “Mari afirmasi terus mimpi itu biar terlaksana,” kata Leo (Bp
Juan).
“Ba
le jopak jepek, ba le jepek – jopak”
Apa
kesan orang tentang orang Wela (JABODATABEK).
Orang
Wela itu primordial.” Kata sesorang yang mungkin tidak terlalu senang dengan
orang Wela.
Saya baru
mengerti hal ini. Benarkah???
Kami
doa sambil menguatkan.
1
Januari 2012.
Kami
membukanya dalam doa, sharing, saling meneguhkan, mendukung. Lalu bakar ayam,
jagung. Kami kerja sebagai team. Bakar ayam dan arang di kompor. Minyak tanah tidak ada untuk bakar
arang. “Ya.... pakai kompor” kata Bona, saya. “Ya... kita manusia kreatif.
Sajian
makan malam enak. Daging babi
Makan
jagung bakar. Lalu tidur.
Pagi,
bangun dengan segar. Ngobrol. Tutup
2012 dan buka tahun 2013 saya lalukan di rumah tanpa ke
Gereja. Kami ngobrol. Tentang budaya, tentang keluarga.
Siangnya
kami ngobrol tentang acara syukuran keluarga besar Mau – Tarung – Baduk pada 2012. Saya ngobrol dengan Hila. Baiknya
tanggal 8-9 Agustus 2013 karena saat itu
kami libur. “ saya katakan. Lalu kami bahas rancangan acaranya/ “Ase kae
Jakarta yang rancang acaranya<” kata Hila.
“Lomba
turuk empo” yang dibawkan oleh anak-anak SD – SMA”. “ kami putuskan.
Siang
kami mengobrol seputar isu tanam ara di mata air di Wela. “Mengapa harus ara? “
Ara itu salah satu kayu utama dalam budaya Manggarai. Konon, ada orang yang
mendapat tugas mencari tahu kayu apa yang
muncul pertama kali di muka bumi. Dia mendatangi kayu satu demi satu.
Tanya kepada kayu satu demi satu.”Ya...saya kayu ara, kayu pertama di muka bumi, akunya, “demikian kisah dari
Leo (Bp Juan).
Malam
saya dan Andy pulang. Kami diantar pakai mobilnya Bp – mm Juan. Nando nyetir
mobil sampai di pintu tool, karena
hujan. Hujan cukup awet. Kami masuk mobil 57. Andy bayar sewa mobil dari Cikarang – UKI Rp
14.000 utk kami berdua.. Andy terus ke
Pademangan, kosnya. Saya menuju W25. Saya jalan kaki dari Rawasari. Hujan sudah
berhenti. Ase kae yang Bintaro sudah pulang
juga. Kami ngobrol. Kami minum susu. Lipus, Agus, Jonsy urus itu. ‘Baik sekali bila kalian (Jonsy, Gusty,
Philipus, Yos, Nando) bisa membentuk
kelompok studi. Latih kerja kelompok / jaringan, latih bicara / mendengarkan,
latih memahami, latih menulis.” Kataku kepada
mereka.
Lalu
saya tidur setelah seterika pakaian di kamar
Rony. Saya tidur di kamar Nando.
2
Januari 2013.
Saya
bangun jam 05 pg. Persiapkan diri ke kantor.
Singgah
beli alayt cukur di Alfamart. Lalu
ke Jl. Pramuka utk dapatkan busway.
Tunggu lama lalu busway tiba. Tunggu lama juga di Dukuh Atas 1. Demikian juga
di Harmony. Saya tiba telak, pkl 07.04 saat sukses finger print. Hari ini saya
beri training untuk teman-teman. Materi tentang Scrathc. Ini pengalaman pertama mentraning
teman-teman. Pa Juois dan Pa Odja
menyempurnakan. Jadinya pemahaman saya
tentang materi itu bertambah. Namun,......... masalah slow memory, slow
understanding jadi kendala utama. Lama
materi ini saya geluti namun...... tak semudah
programaernya memahaminya. Please
improve, Frank.
Siangmya
makan di warung dekat kantor Rp 8.000
(nasi, teri, kuah nangka, sayur pepaya).
Sore
sekitar pkl 15.00 (jam 3.00) sore. Temanku seorang muslim. Dia adalah Ponijan.
Dia sholat. Dia membentangkan kain lalu sholat. Saya sibuk membuka komputer.
Saya mendukung beribadah dengan menciptakan ketenangan. Inilah wujud toleransi
di Negara Indonesia yang berasaskan Pancasila. Saling menghormati adalah
sesuatu yang niscaya. Setelah sholat dia kembali melaksanakan
tugasnya. Luar biasa.
Saya
kedinginan di tempat AC. Badan meriang. Pulang kelelahan. Capek. Di Halte
Harmony, ada telepon masuk. Saya, Robert, sekolah di Santu Klaus...... ,
sekarang tinggal di Tangerang, dia perkenalkan diri. Saya susah mengidentifikasinya.
Robert siapa ya? Tanyaku
dalam hati. Paling saya hanya ingat Robert
Ugut......, kataku dalam hati. “Nanti saya telepon lagi,” dia bilang. DI Busway Harmony – Matraman, persisinya di Halte Pasar Baru, lihat kecelakaan sepeda motor.
Perempaun terjatuh bersama motornya. Orang (laki-laki) berduyun-duyun datang
membantu.
Di
busway menuju Pulo Gadung, ketemu sesama
penumpang lain, anak putri SMA, 2 orang.
“Saya akan kisahkan kepada Bunda di rumah bagaimana perjuangan hidup agar bisa
masuk busway” dorong – mendorong, teriak, berdempet-dempet, desek – gesekan,”
katanya sambil utak-atik Black Berry di
tangannya. Dalam situasi itu dia masih sempat-sempatnya menggunakan BB. Anak
modern. Tak mau kehilangan info.
Saya
tiba di kos pkl 18.00 . Saya singgah di warteg untuk makan. Saya ngutang Rp
1.000 . Saya hnaya bayar Rp 6.000. Harga makanan (Ikan, nasi sayur Rp 7,.000. Di kos, saya tidur. Saya kelelahan. Andy datang. Dia
bayar uang koperasi Rp 560.000.”Terima kasih Andy,” kataku. Lalu saya mandi. Lalu
main ke tempatnya Robert. Philipus, Jonsy, Andy, Agus sudah di saya. Jonsy memasak, menggoreng
ikan. Dia goreng ikan lalu dibalik pakai
tomat. Saya makan juga. Saya makan nasi, sayur, ikan asin . Juga makan salak
yang Robert and Netha bawa dari Denpasar. Robert dan Netha
berbulan madu (tertunda) ke Bali.
Mereka tutup
tahun 2012 dan buka tahun 2013 di Denpasar.
Lalu
saya pulang, lalu tidur. Saya masih pusing
dan kelelahan juga. Saya istirahat, Keluar sebentar untuk kencing.
3
Januari 2012.
Saya
bangun pagi, pkl 4.30. Saya mandi. Minum air hangat. Pakai jaket kulit. Apa jadinya? Panas dari
dalam dan luar. Hasilnya? Keringat bersimbahan. Gerah. Masuk busway yang ber
AC. Suana panas dan dingin bertemu. Saya copot jaket. Lalu siap diri ke kantor. Saya keluar dari W25
pkl 5.45. Saya beri uang kertas Rp 50.000 untuk
biaya ongkos busway Rp 2.000 (pagi sebelum jam 07.00). Tunggu sekitar 5
menit. Busway datang. Saya masuk, Tak berapa lama, dapat tempat. Duduk. DI
dukuh atas 1, dapat bis, hanya berdiri. Di Halte Harmoni, tunggu sekitar 10 menit. Busway datang.
Saya masuk. Dapat tempat. Saya duduk. Mengantuk, Saya tiba di Optima pada pkl 06.49 pagi, Saya buka komputer
di lantai 4. Saya kerja. Saya ngobrol dengan Pa Adri Odja.
Beli
aqua Rp 500
Belajar
Adobe Indesign CS5, ikut training Pivot Animator yang dibawakan Pa Yudi.
Mengajar Adobe Indesign.
Pulang
pkl 17.00. Tunggu busway lama banget di
halte Duri Kepa dan terlebih lagi di Harmony. Di Grogol dapat tempat duduk.
Saya duduk. Mengantuk. Tertidur, sampai-sampai
diingatkan petugas busway untuk turun.”Pak, halte terakhir, silahkan
turun” kata mereka. Hampir 45 menit berdiri menunggu. Untung ada besi untuk
dijadikan sandaran guna membantu kaki menopang badan. Bila tidak kasihan kaki
dan pinggang karena lelah menopang badan. Untung tangan bisa menopang dengan
sandar di besi.
Menunggu
sambil melayani sesama penumpang yang bertanya. Kami ngobrol sambil menunggu.
Kami ngobrol hanya ingin membuang kejenuhan dan kebetean. Busway jurusan
Kampung Melayu tiba. “Sabar, ada orang sakit lagi naik,” kata beberapa
penumpang dan petugas mengingatkan agar penumpang di belakang tidak saling
mendorong. Begitu penumpang yang sakit
masuk, aksi dorong mendorong terjadi. Situasi yang tidak mengenakan.
Begitulah situasi mencari tempat duduk di busway. Tempat duduk merupakan tempat
yang bisa memberikan kenyaman maka perlu diperebutkan, diperjuangkan.
Saat
menunggu, Kraeng Robert Telepon. Saya mau masuk asuransi. Tolong buatkan
ilustrasi,” katanya. Okay.
Tatkala
masuk, busway penuh. Tak ada kursi kosong. Terpaksa berdiri. Penumpang yang
sakit ternyata perempuan muda. Dia berkeringat, pucat, lemah. :Dia kekurangan
tenaga dan cairan karena lelah berdiri menunggu. Penumpang perempuan dan laki berusaha
menanyakan air kepada sesama penumpang. Dia berkeringat, pucat, lemah. Ada yang
bantu memberika minuman (teh botoh /
pucuk), permen untuk memulihkan staminanyqa. Perlahan-lahan dia bisa menolong
dirinya sendiri: menyeka keringat, menata rambut, mengatur tas. Perlahan
peluhnya berkurang. Situasi macet parah. Hampir 2 jam dari Harmoni menuju
Matrman. Saya pindah busway saat tiba di halte Matraman. Tunggu tidak telalu
lama. Situasi busway penuh tetapi tidak terlalu sesak seperti dari busway Harmony – Matraman. Saling sentuh
badan dalam busway merupakan pengalaman yang jamak? Mengapa? Penumpang
banyak, kursi terbatas. Maka jadilah berdiri berdempetan. Bersesakan ria.
Sementara semua orang / penumpang ingin sampai di tempat tujuan. Saat seperti
itulah sentuh menyentuh tak terelakan.
Jumat,
4 Januari 2013.
Bangun
pagi pkl 04.45. Mandi. Ambil baju di kamar Rony. Baca buku tentang Filsafat
Bahasa: Ludwig Witgenstain.. Ada filsuf lain de Sousa: bahasa perlu dipahami
secara sinkronisasi. Maksudnya??
Lalu
berangkat ke halte busway. Di halte utan Kayu, tampaknya ada sesuatu yang
baru: Fasilitas informasi busway telah
dipasang sehingga orang tahu, misalnya busway tiba, tunggu berapa menit lagi, sudah jalan. Singkatnya info tentang busway. Ini fasilitas baru busway. Saya dapat busway dengan cepat.
Tatkala ada penumpang yang turun, saya dapat tempat duduk. Saya duduk
sampai di halte Dukuh Atas 2. Tunggu
busway di dukuh atas 1 lama. Waktu menunjukkan jam 06.00 pagi. Busway tiba.
Saya masuk. Tiba di Halte Harmoni, Gajah Mada. Di sini, menunggu busway menuju Lebak Bulus / Kebun Jeruk lamanya
minta ampun. Hampir 40 menit. Saya tiba di kantor pkl 07.16. Telak. Jam kerja di kantor mulai
pkl 07.00 pagi. Bila telak, ada
resiki, tidak dapat uang makan. Sialan, hari ini tak dapat uang makan. Ini
resiko dari busway yang datang
terlambat.
Hari
ini hanya sedikit teman yang masuk. Training Alice tidak jadi.
Saya
makan siang pukul 11.00.
Melihat
makanan, mata saya tergoda. Saya ingin makan ikan asam (kuah belimbing asam),
sayur pecel. Nasi. Berapa harganya? Rp
13.000. Makan siang dengan biaya termahal selama masuk kantor pada liburan Natal 2012 dan Tahun Baru 2013.
Sore hari saya baru putuskan untuk mencetak laporan saya.Untung
flash disk saya bisa dibaca komputer di kantor. “Saya minta kertas untuk
memprint.Pa Odja menandatangani form
pemesanan barang. “Saya harus tuntaskan
mencetak laporan semester saya agar
taksibuk lagi di sekolah. Di sekolah, hanya focus dengan tugas di sekolah, tak terbebani
dengan pekerjaan semester lalu,” kataku
dalam hati.
Pa Anton (R and D Manager) menata meja kerjanya. Ada pergantian staff.
Pa Alfian dan Pa Anton
naik ke lantai 4. Saya bekerja di
meja yang akan dipakai Pa Anton. Ternyata Pa Anton menunggu pekerjaan saya
kelar baru beliau naik menata
meja kerjanya. Saya terlalu slow.
Saya sadar akan hal itu. Saya
menyelesaikanya. Pa Odja sudah pulang duluan. Kakinya sakit (luka, saat ikut
bantu kerja di kampungnya di Ende saat pulang libur kemarin). Saya tuntaskan
pekerjaan saya pada pkl 20.00. Situasi di sektar Kedoya saat itu sedang padam
listrik (lampu mati). Halte busway gelap. Saya piker busway sudah tak jalan
lagi. Bila demikian, saya harus naik mobil lain,dengan catatan lebih mahal lagi karena, paling kurang 2 kali ganti mobil. Saya cek di halte. Ternyata
masihada petugas. Saya menunggu busway cukup lama. Bus way datang. Saya masuk.
Saya dapat tempat duduk. Saya tiba
sekitar pkl 22.00 di wisma 25. Saya
ngobrol dengan saudara lalu istirahat.
Langganan:
Komentar (Atom)