Rabu, 30 Agustus 2023

WHAT IS MEANING OF DREAM?

 WHAT IS MEANING OF DREAM?


Dream is  window of unconscious  that tell  some informations about  us.  (JPS, 5 Juli 2024). 


According   Mark Travers (American Psychologist) dan Jesse Lyon ( Counselor  in Cassalberry, Florida): 

  1. Dream have meaning  to  predict the future (oracle) 
  2. Maintain the brain capacity (cognitive function)
  3. Change  yourself  (adaptive function) .  (Note number 1-3 according Travers) 
  4. To know the  mental health  (e.g.  bad dream. The bed dream  may be because  depression or anxiety /worry)).  (Note. Number 4 according Jesse 
https://lifestyle.kompas.com/read/2023/08/31/071613820/3-cara-mengungkap-makna-tersembunyi-di-balik-mimpi?page=all#page2
https://lifestyle.kompas.com/read/2023/05/02/121928520/3-tips-interpretasi-mimpi-yang-baik-bagi-kesehatan-mental?page=3


JPS, 31 Agustus 2023.



_________

On the dream have symbols. We need   understand  that symbol to catch the meaning of dream.  E.g. three is symbol of human being.  About this  I describe this  below in Bahasa Indonesia. 

Orang Manggarai sangat mengapresiasi dunia mimpi. Bagi orang Mangarai mimpi merupakan pesan jiwa untuk raga.  Mimpi  kaya dengan simbol - simbol yang  perlu diinterpretasi  agar bisa mendapatkan maknanya. Misalnya  mimpi  tentang pohon, tentang binatang itu  menyimbolkan atau melambangkan  manusia.Dalam mimpi, tumbuh-tumbuhan (pohon)  merupakan  simbol (lambang) manusia.  Saya teringat  kisah mama Regina Jenaut (almarhumah)  yang  mengisahkan mimpinya ketika berjuang memanjat pohon . Dia menggendong anak sulungnya  Yustina Jelita.  Dia berusaha menolong Yustina Jelita  agar bisa memanjat pohon itu. Yustina bisa digendongnya  tapi melalui perjuangan  dan kerja  keras yang luar biasa. Yustina berusaha  memanjat pohon itu (sekesuil). Dia bisa memanjat karena dibantu Mama. Lalu anak-anak yang lain juga  bisa. Dari  sekian anak, Suster Sophy , anak kelima berada di bagian paling  atas pohon. Dia memetik daun-daun  pohon itu  lalu memberikannya kepada mama atau kepada  saudara /i yang lainnya.  Kisahnya demikian. Interpretasinya, ternyata  pohon ini  merupakan pahon kehidupan, jalan kehidupan  Ende Gina dan anak-anaknya  dan  rezeki yang mereka terima. 

Mimpi kedua,  mimpi saya.  Saya melihat bahwa  pohon beringin  di kebun kami di Nderu , kampung Wela,  Manggarai  tumbang.  Saat itu Bapa Gaspar  sedang  sakit.  Lalu kemudian  beliau meninggal pada 16 Juli 2023. Ternyata    pohon beringin di kebun itu adalah  adalah simbol  Bapa Gaspar (almarhum). 

Mimpi ketiga . Pada Juli 2021  saya bermimpi.  Saya  berada di suatu tempat. Saya menebang pohon Nteer. Pohon  itu  yang sudah mati  Pohon itu sudah  tidak punya cabang.  Pohon itu tersisa bantangnya. tapi masih berdiri.  Kayu itu masih  kuat  meski sudah kering. Tingginya  hampit setinggi saya. Bagian atas kayu itu  sudah  keropos berwarna keabu-abuan.  Sedangkan batang pohon  Nteer itu  kulitnya  berwarna loreng. Pohon itu   saya potong. Proses pemotongannya  sudah  mencapai  tiga per empat.  Saya  yang memotong pohon mati itu (sososk dalam Bahasa Manggarai).  Namun pohon itu tetap berdiri.   Lalu saya meninggalkan  pohon itu. Saya  pergi  jauh ke arah Barat . Seperti saya  melihat pohon itu  dari jauh  Seperti   melihat pohon itu dari  wilayah Kali Malang di Cikrang.  Saya membayangkan bahwa daun pohon yang  jatuh itu sampai  di  (Pasir Bersih /  Ppasir Konci)   Kalimalang Cikarang . Lalu   saya  tiba - tiba berada di Cancar. Saya  ketemu  dengan  saudara sepupu saya  Hendrik  Aron.   Interprestasi: Mimpi kayu  mati itu ternyata  simbol mama Regina Jenaut . Saat itu  mama sedang sakit  berat. Mama meninggal  dunia pada 2 Agustus 2021.   Kayu itu   menrupakan simbol mama Regina.  Bagian yang lapuk kayu itu  menyimbolkan   mama yang  menderita kerusakan  otak. Mama Regina    yang menderita stroke.  Kemudian, beberapa  bulan setelah itu mertuanya  Hendrikus Aron di Cancar, yakni Bapak Hendrikus Agas (Guru Rikus)  meninggal  dunia  beberapa  bulan setelah Mama  Regina meninggal dunia. 

Mimpi keempat. Saya  berada di kebun di Wela  yakni  Mbarang. Ada pohon Ara di situ.  Pohon ara titu telah tumbang  mungkin karena  angin  dan  masih ada sisa setir 5 - 10 meter  dari  tnah. Ada serat -serat kayu ara yang berwarna  putih  dan sedang meranggas seperti  jarum.  Saya  sepertinya  memegang   parang  untuk memotong  pohon itu. Parang  itu milik kakak laki-laki sulung, yakni Beny Jelami.  Kayu Ara itu  berdri di perbatasan  dan  rupanya  itu milik Stefanus Gau. Stefanus Gau meninggal dunia  pada  15 Maraet 2023. 


Mimpi kelima, mimpinya Apolo  dari Lidang, Kec. Wae Rii.

Pada 2021 (?) Apolo bermimpi. Ia memegang sensor lalu memotong  pohon Kapuk   di kebun mereka di Roga, Lidang, Kecamatan Wae Rii.  Pohon Kapuk itu tumbang  dan hampir menimpa pamannya. Melihat hal itu   kakeknya (Lopo Yan)  sangat marah kepadanya. Lalu  Apolo terjaga. 

Apolo berpikir bahwa mimpi ini tidak  baik. Lalu  dia  menelepon   orang  tuanya di kampung  untuk menceriterakan  mimpi ini, lalu dicarilah solusi agar tidak mendatangkan efek buruk untuk keluarga. Mereka  melakukan upacara  rekonsiliasi  dengan   dengan roh alam di kebun Roga. Mereka membawa dan mempersembahkan telur  sebagai tanda permohonan maaf mereka  sekaligus memulihkan hubungan yang sempat retak.

Dalam  dunia nyata, ternyata keluarga Apolo  memang telah memotong kayu Munting di Roga   untuk  dijadikan balok rumah.  Pemotongan dilakukan dengan mesin  sensor. Urat-urat kayu semuanya  telah putus.  Tetapi ada sesuatu yang aneh bahwa  kayu Munting itu tidak  tumbang  juga.  Kejadian ini menjadi bahan pembicaraan orang di kampung Lidang. Banyak orang datang ke tempat itu.  Bagaimana cara supaya  kayu munting ini tumbang (?)  (Tolong tanyakan kepada  Apolo). Di samping  kayu Munting  itu ada  kayu  Kapuk . Kayu /pohon   Kapuk itu yang dipotong Apolo dalam mimpinya.  


Beberapa  waktu  kemudian Apolo mendpat kecelakaan kerja di Jakarta. kakinya  remuk  dilindas Forklif . Kecelakan ini tergolong  sangat berat. luka  parah menganga di salah satu kaki Apolo . Dia istirahat  kerja  berbulan - bulan untuk  berobat.  Untung perusahan membantu  biaya pengobatan. Meski demikian,  ternyata   tidak kunjung sembuh. Malah luka itu  semakin parah  bahkan  menghasilkan belatung. Pihak kesehatan tampaknya  tidak maksimal  merawat luka Apolo, mungkin karena  menggunakan  fasilitas BPJS.  Para petugas  medis  tidak membersihkannya secara baik. Otot kaki  yang  sudah  rusak  tambat  bergelantung.   Tapi   petugas medis  tidak  berupaya  membuang atau  mencabut  otot yang  rusak itu.  Apolo stress. Selain karena  lukanya tidak  kunjung sembuh, ia  juga   kesepian ketika teman-teman kos pergi  kerja, dia sendirian di rumah, tak ada yang  membantunya  dan dijadikan  mintra bicara. Lalu  teman -teman kost mengajukan ke perusahannya agar  ada orang yang  mau menemani Apolo di kost  supaya  tidak sendirian. Apolo  memang ada  mitra bicara   namun kakinya   belum sembuh - sembuh  juga.  Akhirnya Ones, salah satu teman kosnya menganjurkan  Apolo untuk pulang kampung, ke Lidang, Wae Rii - Manggarai.  Kebetulan saat itu ada mobil  keluarga yang mau diantar ke Manggarai dari Jakarta.  Apolo dan Ones (keluarganya Ones) pulang bersama mobil itu  ke Manggarai. Di Lidang, kakeknya  Apolo dari pihak  bapa sedang menderita  sakit. Dia mengharapkan Apolo  datang  mengunjunginya.  Maka  Apolo mau menggunakan momen ini  untuk  untuk berbagai intensi termasuk mengunjungi kakeknya dan juga  menyembuhkan luka kakinya.  Mereka menuju ke Surabaya lalu dengan  kapal cepat menuju Labuan Bajo.  Ketika hampir tiba di Labuan Bajo, ada badai besar di laut. Kapal terombang ambing, Namun syukur  mereka  tiba dengan selamat di Labuan Bajo.  Saat mau turun dari kapal, ban mobil kempes sehingga  harus ke bengkel. Tapi tiba-tiba ban mobil itu  kembali normal.   Apolo  nginap semalam di Labuan Bajo.  Lalu   lalu menju ke Wol Lembor  dan tidur  di sana semalam.  Keesokannya  baru menuju ke Lidang. Saat  tiba di Lidang,  beberapa  jam kemudian, Apolo  mendapat kabar bahwa kakeknya meninggal.  Lalu dia melayat ke rumah kakeknya sekaligus  memohon maaf  atas kekeliruan karena  tidak  cepat datang mengunjungi kakeknya. 

Selesai   mengurus  kakek yang meninggal,   Selanjutnya  Apolo  fokus mengurus pengobatan kakinya. Dia mecoba pengobatan alternatif  di kampung. Ada banyak orang yang dimintai bantuan namun  tidak kunjung sembuh juga. Lalu  pengobatan secara medis juga dilakukan. Apolo  tinggal di Taga, di Langgo sambil mengobati  kakinya ke petugas medis.  Tapi sepertinya  tidak ada perubahan yang berarti. Apolo  dan Ibunya  mendatangi seorng nenek di kampung Lidang. Mereka serahkan  pengobatan  kakinya kepada  nenek itu.  Ibu  itu  tidak  segera menyanggupinya.  Namun, dia  coba membantu.  Dia memanjatkan mantra pada air. "Kalau ada mimpi,  silahkan dikisahkan. " kata nenek itu. 

Setelah itu pada suatu  waktu, Apolo bermimpi. Dalam kondisi pincang dia menagkap katak besar (jumbo) di Sawah kebun mereka di Roga. Dia mengamati  katak jumbo itu. Begitu  dilihatnya   bagian perutnya tampak  keputihan seperti  luka kaki yang dideritanya.  Apolo kaget. Dia melihat gambaran  kakinya  yang terluka pada katak itu. Akhirnya  dia melepasakannya. Lalu  dia tersadar. 

Mimpi ini  dia  kisahkan kepada nenek yang mengobatinya. Lalu nenek itu mengajurkan untuk  melakukan rekonsiliasi . Menurut nenek ini, ada  makhluk hidup lain yang menjadi korban dari penebangan pohon  Munting yang mereka lakukan di Roga beberapa  waktu lalu, termasuk katak. Karena itu, perlu memulihkan hubungan, menyembuhkan luka sesama makhluk  atau roh alam   sehingga  kita sendiri (Apolo) juga sembuh. Dia  meminta  mencari telur  dari ayam  yang baru pertama kali   bertelur (ruha rana dalam Bahasa Manggarai)  dan  mencari ayam  3 warna  untuk dipersembahkan di kebun tempat mereka menyensor kayu Munting beberapa waktu yang lalu.  

Ternyata mencari material persembuhan (ritual)  ini  tidak mudah. Tapi pada akhirnya dapat  juga. Telur perdana dari ayam yang baru bertelur di dapat di  Langgo, Ruteng. Ketika Mamanya Apolo ke sana, tiba -tiba ayam  berkokok  untuk bertlur lalu  dia memintanya.  Lalu ayam  bulu tiga warna dapat juga.  Lalu dibawakanlah persembahan itu di kebun Roga.  Dalam perjalanan pergi dan  pulang usahakan  jangan  sampai ditegur  orang. Puji Tuhan persyaratan itu  dipenuhi. Lalu diadakanlah  upacara rekonsiliasi  dengan roh makhluk lain  atau semssta di Roga.  Apolo sendiri merasa bahwa perkembangannya  kakinya membaik. 


Lalu suatu  waktu  dia  bermimpi. Dia menjadi  tanaman padi di Sawah di Roga. Dia melihat  ada burung pipit  dan  ayam . Dia  mengambil batu  untuk melempari  burung dan ayam.  Tetapi kemudian burung pipit dan ayam itu  berubah  menjadi manusia  dan mengancam balik  Apolo. Apolo terkejut. Apolo melihat kaki mereka luka seperti kakinya. Lalu mereka berbicara. "Ambil daun legi untk mengobati lukamu"  suara mereka sambil mempraktekkan  mengambil daun itu lalu  menyunyahnya kemudia diltakkan di luka itu. Lalu  Apolo tersadar.  Ketika pagi  tiba  dia melaksanakan apa yang  ditunjukkan dalam mimpi.  Dia memetik daun Legi lalu menyunyahnya lalu  meletakkannya di lukanya.  Sejak saat itu perkembangan kaki Apolo semakin membaik. Dia sudah  menapak. Sebelumnya  dia susah menapak. Sekarang  dia  sudah menapak. Dia terus berjuang. Akhirnya  dia  sembuh. Luka pada kakinya yang terbuka itu  akhirnya   tertutup oleh otot - otot yang  tumbuh baru.  Lalu Apolo  kembali ke Jakarta  dan sekarang  sudah  bisa  bekerja  lagi di tempat yang sama. 


Kisah tentang  penebangan pohon  dari wilayah lain:

Di Golo Kaca, Terang, Bapanya Ones   memotong Kayu dengan sensor. Urat - urat  kayu  sudah putus.  Tapi anehnya pohon itu belum tumbang juga. Ada yang berkeyakinan bahwa  pohon itu ada penjaganya. Setelah itu  Bapanya Ones menderita sakit. Dibawa ke RS tapi tidak kunjung sembuh. Lalu ada keluarga yang mengajurkan agar mencari  dukun dan dianjurkan ke Wol, Wetik. Mamanya Ones pergi. Sampai di Noa  ketemu dengan dukun yang dimaksud. Dukun itu  pedagang ikan. Lalu mereka putuskan ke Golo Kaca Terang   sambil membawa  dengan dagangannya.   Sampai di sana, dia meminta  untuk  dicarikan ayam berbulu  tiga. Ayam itu ada di kampung itu. Keluarga  mencarinya  dan meangkapnya. Ketika ayam itu  lari dengan cara  terbang, keluarga meangkapnya.  Ayah itu dijadikan  hewan persembahan dalam  upacara  menghormati  roh alam . Setelah  upacara itu dilakukan, pohon dipotong itu  bisa  tumbang   dan  kesehatan dari Bapanya Ones semakin  membaik. 

Itu beberapa  kisah dan  berkaitan dengan pohon dan binatang   dalam dunia  nyata  yang  hadir dalam  dunia  mimpi. 

Kisah ini dituturkan oleh Apolo  asal  Lidang Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, yang merantau ke Jakarta; dan juga  oleh Ones, dari Golo Kaca Terang, Boleng  , yang merantau ke Jakarta   pada Sabtu dan Minggu, 18 - 19  November 2023 di kos atau kontakan mereka  di  Mangga Bear IX / Taman Sari,   dekat Pasar Pecah Kulit  Mangga Besar, Jakarta.    Kemudian   saya   ketik di JPS,  20 November 2023. 


_______


Thurday, November 30, 2023. I have dream.   On a rice field that the paddy still harvest or  had harvested  I see  Mr. Leksi Armanjaya still hunting  the buffalo that  free, no  rope on  it (?) or his (?) or her (?)  nose  to easy to  controll it.  He run  here and there (ke sana kemari) to cath it. I see other  people  who  want to  help  him.   They  use  rope mapping the place  and  to  narrow  down (mempersempit) the move of buffalo.  I see it. Than I just as  see Mr. Robert  join to hunting that buffalo. Than I join too. I see the  bif buffalos  in notrt side than run to  west. Than The  buffale success to catch. Mr. Robert Wardy try to intimate it. The  big buffallo see me.  Just as  want to strike me. I'm nervous, but just as it  still near Mr. Robert  who stand up beside the  buffalo. This dreams happen on 03.00 am - 05.30 am.  Than I'm getting  up. 


What is  meeaning of this  dream? I seach in internet. Evidently this dream  have dream just as  below. Can open this link  https://www.orami.co.id/magazine/arti-mimpi-dikejar-kerbau

1. Overshadowed by the people around you (Dibayangi orang sekitar)

2. There will be problems (Akan ada masalah)

3. Wishes that will come true (Keinginan akan terwujud)

4. Experiencing fear (Ada ketakutan) 

5. Having anger or revenge (Ada kemarahan /dendam) 

6. Expect life changes (Mengharapkan perubahan hidup)

7. Not confident (Tidak percaya diri) 

8. Unable to face reality(tidak mampu hadapi realitas)

9. Messy emotions (emosi yang berantakan)

10. Having financial problems (Mengalami masalah keuangan). 

JPS, 30 Nov. 2023. 


__________