WHAT IS MEANING OF DREAM?
Dream is window of unconscious that tell some informations about us. (JPS, 5 Juli 2024).
According Mark Travers (American Psychologist) dan Jesse Lyon ( Counselor in Cassalberry, Florida):
- Dream have meaning to predict the future (oracle)
- Maintain the brain capacity (cognitive function)
- Change yourself (adaptive function) . (Note number 1-3 according Travers)
- To know the mental health (e.g. bad dream. The bed dream may be because depression or anxiety /worry)). (Note. Number 4 according Jesse
Orang Manggarai sangat mengapresiasi dunia mimpi. Bagi orang Mangarai mimpi merupakan pesan jiwa untuk raga. Mimpi kaya dengan simbol - simbol yang perlu diinterpretasi agar bisa mendapatkan maknanya. Misalnya mimpi tentang pohon, tentang binatang itu menyimbolkan atau melambangkan manusia.Dalam mimpi, tumbuh-tumbuhan (pohon) merupakan simbol (lambang) manusia. Saya teringat kisah mama Regina Jenaut (almarhumah) yang mengisahkan mimpinya ketika berjuang memanjat pohon . Dia menggendong anak sulungnya Yustina Jelita. Dia berusaha menolong Yustina Jelita agar bisa memanjat pohon itu. Yustina bisa digendongnya tapi melalui perjuangan dan kerja keras yang luar biasa. Yustina berusaha memanjat pohon itu (sekesuil). Dia bisa memanjat karena dibantu Mama. Lalu anak-anak yang lain juga bisa. Dari sekian anak, Suster Sophy , anak kelima berada di bagian paling atas pohon. Dia memetik daun-daun pohon itu lalu memberikannya kepada mama atau kepada saudara /i yang lainnya. Kisahnya demikian. Interpretasinya, ternyata pohon ini merupakan pahon kehidupan, jalan kehidupan Ende Gina dan anak-anaknya dan rezeki yang mereka terima.
Mimpi kedua, mimpi saya. Saya melihat bahwa pohon beringin di kebun kami di Nderu , kampung Wela, Manggarai tumbang. Saat itu Bapa Gaspar sedang sakit. Lalu kemudian beliau meninggal pada 16 Juli 2023. Ternyata pohon beringin di kebun itu adalah adalah simbol Bapa Gaspar (almarhum).
Mimpi ketiga . Pada Juli 2021 saya bermimpi. Saya berada di suatu tempat. Saya menebang pohon Nteer. Pohon itu yang sudah mati Pohon itu sudah tidak punya cabang. Pohon itu tersisa bantangnya. tapi masih berdiri. Kayu itu masih kuat meski sudah kering. Tingginya hampit setinggi saya. Bagian atas kayu itu sudah keropos berwarna keabu-abuan. Sedangkan batang pohon Nteer itu kulitnya berwarna loreng. Pohon itu saya potong. Proses pemotongannya sudah mencapai tiga per empat. Saya yang memotong pohon mati itu (sososk dalam Bahasa Manggarai). Namun pohon itu tetap berdiri. Lalu saya meninggalkan pohon itu. Saya pergi jauh ke arah Barat . Seperti saya melihat pohon itu dari jauh Seperti melihat pohon itu dari wilayah Kali Malang di Cikrang. Saya membayangkan bahwa daun pohon yang jatuh itu sampai di (Pasir Bersih / Ppasir Konci) Kalimalang Cikarang . Lalu saya tiba - tiba berada di Cancar. Saya ketemu dengan saudara sepupu saya Hendrik Aron. Interprestasi: Mimpi kayu mati itu ternyata simbol mama Regina Jenaut . Saat itu mama sedang sakit berat. Mama meninggal dunia pada 2 Agustus 2021. Kayu itu menrupakan simbol mama Regina. Bagian yang lapuk kayu itu menyimbolkan mama yang menderita kerusakan otak. Mama Regina yang menderita stroke. Kemudian, beberapa bulan setelah itu mertuanya Hendrikus Aron di Cancar, yakni Bapak Hendrikus Agas (Guru Rikus) meninggal dunia beberapa bulan setelah Mama Regina meninggal dunia.
Mimpi keempat. Saya berada di kebun di Wela yakni Mbarang. Ada pohon Ara di situ. Pohon ara titu telah tumbang mungkin karena angin dan masih ada sisa setir 5 - 10 meter dari tnah. Ada serat -serat kayu ara yang berwarna putih dan sedang meranggas seperti jarum. Saya sepertinya memegang parang untuk memotong pohon itu. Parang itu milik kakak laki-laki sulung, yakni Beny Jelami. Kayu Ara itu berdri di perbatasan dan rupanya itu milik Stefanus Gau. Stefanus Gau meninggal dunia pada 15 Maraet 2023.
Mimpi kelima, mimpinya Apolo dari Lidang, Kec. Wae Rii.
Pada 2021 (?) Apolo bermimpi. Ia memegang sensor lalu memotong pohon Kapuk di kebun mereka di Roga, Lidang, Kecamatan Wae Rii. Pohon Kapuk itu tumbang dan hampir menimpa pamannya. Melihat hal itu kakeknya (Lopo Yan) sangat marah kepadanya. Lalu Apolo terjaga.
Apolo berpikir bahwa mimpi ini tidak baik. Lalu dia menelepon orang tuanya di kampung untuk menceriterakan mimpi ini, lalu dicarilah solusi agar tidak mendatangkan efek buruk untuk keluarga. Mereka melakukan upacara rekonsiliasi dengan dengan roh alam di kebun Roga. Mereka membawa dan mempersembahkan telur sebagai tanda permohonan maaf mereka sekaligus memulihkan hubungan yang sempat retak.
Dalam dunia nyata, ternyata keluarga Apolo memang telah memotong kayu Munting di Roga untuk dijadikan balok rumah. Pemotongan dilakukan dengan mesin sensor. Urat-urat kayu semuanya telah putus. Tetapi ada sesuatu yang aneh bahwa kayu Munting itu tidak tumbang juga. Kejadian ini menjadi bahan pembicaraan orang di kampung Lidang. Banyak orang datang ke tempat itu. Bagaimana cara supaya kayu munting ini tumbang (?) (Tolong tanyakan kepada Apolo). Di samping kayu Munting itu ada kayu Kapuk . Kayu /pohon Kapuk itu yang dipotong Apolo dalam mimpinya.
Beberapa waktu kemudian Apolo mendpat kecelakaan kerja di Jakarta. kakinya remuk dilindas Forklif . Kecelakan ini tergolong sangat berat. luka parah menganga di salah satu kaki Apolo . Dia istirahat kerja berbulan - bulan untuk berobat. Untung perusahan membantu biaya pengobatan. Meski demikian, ternyata tidak kunjung sembuh. Malah luka itu semakin parah bahkan menghasilkan belatung. Pihak kesehatan tampaknya tidak maksimal merawat luka Apolo, mungkin karena menggunakan fasilitas BPJS. Para petugas medis tidak membersihkannya secara baik. Otot kaki yang sudah rusak tambat bergelantung. Tapi petugas medis tidak berupaya membuang atau mencabut otot yang rusak itu. Apolo stress. Selain karena lukanya tidak kunjung sembuh, ia juga kesepian ketika teman-teman kos pergi kerja, dia sendirian di rumah, tak ada yang membantunya dan dijadikan mintra bicara. Lalu teman -teman kost mengajukan ke perusahannya agar ada orang yang mau menemani Apolo di kost supaya tidak sendirian. Apolo memang ada mitra bicara namun kakinya belum sembuh - sembuh juga. Akhirnya Ones, salah satu teman kosnya menganjurkan Apolo untuk pulang kampung, ke Lidang, Wae Rii - Manggarai. Kebetulan saat itu ada mobil keluarga yang mau diantar ke Manggarai dari Jakarta. Apolo dan Ones (keluarganya Ones) pulang bersama mobil itu ke Manggarai. Di Lidang, kakeknya Apolo dari pihak bapa sedang menderita sakit. Dia mengharapkan Apolo datang mengunjunginya. Maka Apolo mau menggunakan momen ini untuk untuk berbagai intensi termasuk mengunjungi kakeknya dan juga menyembuhkan luka kakinya. Mereka menuju ke Surabaya lalu dengan kapal cepat menuju Labuan Bajo. Ketika hampir tiba di Labuan Bajo, ada badai besar di laut. Kapal terombang ambing, Namun syukur mereka tiba dengan selamat di Labuan Bajo. Saat mau turun dari kapal, ban mobil kempes sehingga harus ke bengkel. Tapi tiba-tiba ban mobil itu kembali normal. Apolo nginap semalam di Labuan Bajo. Lalu lalu menju ke Wol Lembor dan tidur di sana semalam. Keesokannya baru menuju ke Lidang. Saat tiba di Lidang, beberapa jam kemudian, Apolo mendapat kabar bahwa kakeknya meninggal. Lalu dia melayat ke rumah kakeknya sekaligus memohon maaf atas kekeliruan karena tidak cepat datang mengunjungi kakeknya.
Selesai mengurus kakek yang meninggal, Selanjutnya Apolo fokus mengurus pengobatan kakinya. Dia mecoba pengobatan alternatif di kampung. Ada banyak orang yang dimintai bantuan namun tidak kunjung sembuh juga. Lalu pengobatan secara medis juga dilakukan. Apolo tinggal di Taga, di Langgo sambil mengobati kakinya ke petugas medis. Tapi sepertinya tidak ada perubahan yang berarti. Apolo dan Ibunya mendatangi seorng nenek di kampung Lidang. Mereka serahkan pengobatan kakinya kepada nenek itu. Ibu itu tidak segera menyanggupinya. Namun, dia coba membantu. Dia memanjatkan mantra pada air. "Kalau ada mimpi, silahkan dikisahkan. " kata nenek itu.
Setelah itu pada suatu waktu, Apolo bermimpi. Dalam kondisi pincang dia menagkap katak besar (jumbo) di Sawah kebun mereka di Roga. Dia mengamati katak jumbo itu. Begitu dilihatnya bagian perutnya tampak keputihan seperti luka kaki yang dideritanya. Apolo kaget. Dia melihat gambaran kakinya yang terluka pada katak itu. Akhirnya dia melepasakannya. Lalu dia tersadar.
Mimpi ini dia kisahkan kepada nenek yang mengobatinya. Lalu nenek itu mengajurkan untuk melakukan rekonsiliasi . Menurut nenek ini, ada makhluk hidup lain yang menjadi korban dari penebangan pohon Munting yang mereka lakukan di Roga beberapa waktu lalu, termasuk katak. Karena itu, perlu memulihkan hubungan, menyembuhkan luka sesama makhluk atau roh alam sehingga kita sendiri (Apolo) juga sembuh. Dia meminta mencari telur dari ayam yang baru pertama kali bertelur (ruha rana dalam Bahasa Manggarai) dan mencari ayam 3 warna untuk dipersembahkan di kebun tempat mereka menyensor kayu Munting beberapa waktu yang lalu.
Ternyata mencari material persembuhan (ritual) ini tidak mudah. Tapi pada akhirnya dapat juga. Telur perdana dari ayam yang baru bertelur di dapat di Langgo, Ruteng. Ketika Mamanya Apolo ke sana, tiba -tiba ayam berkokok untuk bertlur lalu dia memintanya. Lalu ayam bulu tiga warna dapat juga. Lalu dibawakanlah persembahan itu di kebun Roga. Dalam perjalanan pergi dan pulang usahakan jangan sampai ditegur orang. Puji Tuhan persyaratan itu dipenuhi. Lalu diadakanlah upacara rekonsiliasi dengan roh makhluk lain atau semssta di Roga. Apolo sendiri merasa bahwa perkembangannya kakinya membaik.
Lalu suatu waktu dia bermimpi. Dia menjadi tanaman padi di Sawah di Roga. Dia melihat ada burung pipit dan ayam . Dia mengambil batu untuk melempari burung dan ayam. Tetapi kemudian burung pipit dan ayam itu berubah menjadi manusia dan mengancam balik Apolo. Apolo terkejut. Apolo melihat kaki mereka luka seperti kakinya. Lalu mereka berbicara. "Ambil daun legi untk mengobati lukamu" suara mereka sambil mempraktekkan mengambil daun itu lalu menyunyahnya kemudia diltakkan di luka itu. Lalu Apolo tersadar. Ketika pagi tiba dia melaksanakan apa yang ditunjukkan dalam mimpi. Dia memetik daun Legi lalu menyunyahnya lalu meletakkannya di lukanya. Sejak saat itu perkembangan kaki Apolo semakin membaik. Dia sudah menapak. Sebelumnya dia susah menapak. Sekarang dia sudah menapak. Dia terus berjuang. Akhirnya dia sembuh. Luka pada kakinya yang terbuka itu akhirnya tertutup oleh otot - otot yang tumbuh baru. Lalu Apolo kembali ke Jakarta dan sekarang sudah bisa bekerja lagi di tempat yang sama.
Kisah tentang penebangan pohon dari wilayah lain:
Di Golo Kaca, Terang, Bapanya Ones memotong Kayu dengan sensor. Urat - urat kayu sudah putus. Tapi anehnya pohon itu belum tumbang juga. Ada yang berkeyakinan bahwa pohon itu ada penjaganya. Setelah itu Bapanya Ones menderita sakit. Dibawa ke RS tapi tidak kunjung sembuh. Lalu ada keluarga yang mengajurkan agar mencari dukun dan dianjurkan ke Wol, Wetik. Mamanya Ones pergi. Sampai di Noa ketemu dengan dukun yang dimaksud. Dukun itu pedagang ikan. Lalu mereka putuskan ke Golo Kaca Terang sambil membawa dengan dagangannya. Sampai di sana, dia meminta untuk dicarikan ayam berbulu tiga. Ayam itu ada di kampung itu. Keluarga mencarinya dan meangkapnya. Ketika ayam itu lari dengan cara terbang, keluarga meangkapnya. Ayah itu dijadikan hewan persembahan dalam upacara menghormati roh alam . Setelah upacara itu dilakukan, pohon dipotong itu bisa tumbang dan kesehatan dari Bapanya Ones semakin membaik.
Itu beberapa kisah dan berkaitan dengan pohon dan binatang dalam dunia nyata yang hadir dalam dunia mimpi.
Kisah ini dituturkan oleh Apolo asal Lidang Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, yang merantau ke Jakarta; dan juga oleh Ones, dari Golo Kaca Terang, Boleng , yang merantau ke Jakarta pada Sabtu dan Minggu, 18 - 19 November 2023 di kos atau kontakan mereka di Mangga Bear IX / Taman Sari, dekat Pasar Pecah Kulit Mangga Besar, Jakarta. Kemudian saya ketik di JPS, 20 November 2023.
_______
Thurday, November 30, 2023. I have dream. On a rice field that the paddy still harvest or had harvested I see Mr. Leksi Armanjaya still hunting the buffalo that free, no rope on it (?) or his (?) or her (?) nose to easy to controll it. He run here and there (ke sana kemari) to cath it. I see other people who want to help him. They use rope mapping the place and to narrow down (mempersempit) the move of buffalo. I see it. Than I just as see Mr. Robert join to hunting that buffalo. Than I join too. I see the bif buffalos in notrt side than run to west. Than The buffale success to catch. Mr. Robert Wardy try to intimate it. The big buffallo see me. Just as want to strike me. I'm nervous, but just as it still near Mr. Robert who stand up beside the buffalo. This dreams happen on 03.00 am - 05.30 am. Than I'm getting up.
What is meeaning of this dream? I seach in internet. Evidently this dream have dream just as below. Can open this link https://www.orami.co.id/magazine/arti-mimpi-dikejar-kerbau
1. Overshadowed by the
people around you (Dibayangi orang sekitar)
2. There will be
problems (Akan ada masalah)
3. Wishes that will come
true (Keinginan akan terwujud)
4. Experiencing fear (Ada ketakutan)
5. Having anger or
revenge (Ada kemarahan /dendam)
6. Expect life changes (Mengharapkan perubahan hidup)
7. Not confident (Tidak percaya diri)
8. Unable to face
reality(tidak mampu hadapi realitas)
9. Messy emotions (emosi yang berantakan)
10. Having financial
problems (Mengalami masalah keuangan).
JPS, 30 Nov. 2023.
__________